Senin, 08 Maret 2010

THE MOST MEMORABLE (Part 1)

Juli 2009, Jakarta, blom diwisuda, masih dalam tahap revisi skripsi
SMS 0813xxxxxxxx: Dea, ini kak poer, tolong doakan untuk jadi panitia RK sebagai sie perlap ya.
Dalam hati gw, sejak kapan gw berbakat jadi sie perlap. Baiklah, doain aja. Tiba2 dtg lagi sms dengan nomer yg sama, meralat: eh salah ding, jadi sie acara ya. Ohh... akhirnya pas lah dengan ’keterbiasaan gw’. Okok...

Agustus 2009, Kinasih, Sukabumi, lagi nunggu wisudaan
Maspur di hadapan dea, yani, dan oci: bayangkan para peserta RK XI nantinya akan seperti sebuah engsel yang berfungsi membuka dan menutup pintu dimana di belakangnya terdapat puluhan, ratusan, atau bahkan mungkin ribuan mahasiswa yang butuh firman dan diubahkan, bla ble blo...
Iyeee masih didoain kok!

7-11 September 2009, Bali, sudah wisuda dan tanpa uang sepeser pun di tangan
Tuhan, apa iya gw jadi panitia? Gw lebih siap untuk jadi pelayan. Apa kek, PPA gitu. Gw kan blom kerja Tuhan. Duit dari freelance udah kepake banyak buat KPM, bakal abis juga buat bolak balik KK selama blom kerja. Gak usah aja ya Tuhan? Dan selama di Bali liburan hanya dinikmati oleh mata bukan oleh hati karena hati ini gak tenang dengan penolakan bertubi-tubi dari diri gw yang bertentangan dengan Firman yg gw dpt. Takut, khawatir gak dpt kerja smp RK selesai, gak dikasih ongkos buat rapat slama blom kerja, cap PENGANGGURAN BANYAK ACARA melekat. Emang enak apah?? Sampe akhirnya firman dalam sate2 gw di Bali mematahkan smua keraguan gw. Satu yg gue pegang: TUHAN CUKUPKAN. Gw kalah dalam pergumulan dgn Allah. Jawaban yg out of deadline itu membuahkan IYA 70%. Alhasil gak ikut rapat pertama karena masih di Bali. Dan ternyata 2 calon temen sekerja gw gak ikut jg. Satu jg baru jawab, yg satu nyaris mau nolak.

Minggu ke-3 september 2009, fisip ui, depok, masih ngganggur dan punya uang sisa2 kirim lamaran
Maspur: ini yang namanya kawas, dea.
Oh ini. Gak kenal. Gak pernah liat juga. Kayaknya bisa cocok. Terus 1 lagi siapa? Jerri. Oh itu tau lah... pmusik KPM kan? Lah ternyata si kawas jg tim kerja KPM. Ih, kagak pernah liat. Ya udah sih, toh mereka berdua tau gw, hahay!
Pertemuan pertama dilalui dengan pengenalan karakter. Dea orangnya sanguin abis was. Kau koleris. Kira2 kalo NTAR ADA HAL-HAL YANG MUNGKIN KALIAN GAK SEJALAN, kalian mau saling tegurnya sperti apa. Kawas bilang aku sih akan bilang terus terang. Dea, sama. Kawas bilang, klo ada teman kerjaku gak bisa kerjakan tugasnya, biar aku aja. Dea, sama.

September dilewati dengan pengenalan antara dea kawas dan jerri. Smuanya serba menyenangkan. Setiap pribadi di sie acara menikmati bagiannya. Sampai satu ketika maspur bertanya kepada kami apa butuh tambahan tenaga. Entah kenapa kami bertiga bilang tidak. Padahal kami tidak ditanya dalam satu kesempatan yang sama. Sampai sekarang gw masih heran akan hal ini. Hari demi hari dilalui di September ini dengan pemahaman yang benar akan Daud. Gesekan mulai kelihatan tapi tidak hanya menajamkan satu manusia saja, tapi ketiganya.

Aku setuju seperti ini. Aku tidak. Aku maunya kayak gini. Aku maunya kayak gitu, terus?? Ada yang mengalah, ada juga yang diam saja, ada yang lebih banyak menulis nulis, ada yang ngomong aja, ada yang main gitar aja. Sampai akhirnya D.A.U.D dan turunannya dipastikan menjadi hal yang akan terus diperjuangkan dalam 4 hari 3 malam itu.

Oktober, puji Tuhan dapet kerja magang walaupun cuman2 bulan. Panggilan bekerja dateng bertubi-tubi sampe2 gak tau mau pilih yang mana. Pelayanan menjadi ”penghancur” kesempatan untuk masuk MK, aaaaaaaaa!!!! Tidak tidak tidak!!!!
Survei tempat. Tidak kenal leo. Tidak kenal eva. Hanya anto, yani, ardiles, dan gilbert. Permainan jayus penghancur kebosanan saat menuju aloysius menjadi alat yg baik untuk bisa mengenal leo dan eva. Pertama kali sampai di aloysius, gak pernah kebayang kalau tempat ini akan sangat bersejarah bagi hidup gw. Tempat yang teramat luas dan memusingkan. Kenapa gak di kinasih aja sih?? 1 lawan 6 bukan perbandingan yang seimbang. Gw kalah. Dan aloysius keputusannya. Gombal asap dan LOGO RK menjadi headline bulan ini. PK juga menjadi momen kebersamaan, momen mengenali calon2 peserta—orang2 yang akan dilayani.

November, menetapkan diri bekerja di majalah travelling dengan melepaskan impian kerja di divisi news sebuah media online terbesar dan TV kabel yang sedang berkembang. Maunya apa coba??
Seseorang membuat gempar RK!! Ada yang bertanya, buat apa ada RK. Iya buat apa ada RK?? Melecut semua panitia untuk kembali merenung. Untuk kembali menangkap visi utama dari pelayanan ini. Semua hampir2 saja berang, tapi bersyukur semuanya menyikapi dengan bijak. Ah, andai saja orang itu gak ada mungkin kita gak akan berdiskusi panjang lebar dan menumpahkan apa yang kita nikmati dari kepanitiaan RK ini. Susunan acara hampir jadi. Pelayan sedang bergumul. Bahan PA sudah ada walaupun belum finish. Perjalanan masih panjang...

Desember, makin bersemangat karena potong rambutt!!!
Mari pesta dureeennn!!!!
Mari mulai jualaaann!!!
Mari kumandangkan RK dimana2!!!
Mari hubungi para pesertaaa!!!
Mari rayu para donaturrr!!!


bersambung....

0 komentar:

Posting Komentar