Senin, 08 Maret 2010

THE MOST MEMORABLE (Part 2)

Desember-Januari
Hanya sedikit waktu kita bisa ketemuan. Semuanya sibuk. CO sana/i. Ikut persiapan PA sana/i. Follow up sana/i. Cari dana sana/i. Dana yang dibutuhin itu 1/4 miliar. Tapi yang udah kekumpul bahkan gak sampe 1/4 dari 1/4 miliar itu. Herannya gak ada yang panik. Semuanya sangat yakin dana itu terkumpul. Padahal waktu menunjukkan tinggal 2 bulan lagi. Darimanee oom 200 juta??? Makanan2 kecil di jual di sela-sela rapat. Jaim ditagih di setiap tatap muka. Muka-muka mulai terlihat letih karena berpikir, karena ini blom beres, ini masih kurang, ini masih blm dipikirin.

Januari, deadline dimana-mana!!! KAWAS KENA CACAR, HAHAHAHAH!!
Setiap orang sudah makin menyadari waktunya tinggal sedikit. Segala persiapan kembali diingatkan. Pelayan sudah mulai bersiap. PPA masih kurang! Cari terus. Jumlah peserta masih dalam tahap normal, bahkan terus dicari biar memenuhi kuota. Dana blom menunjukkan kemajuan signifikan. Tapi semangat dan sukacita terus menerus ada di tiap panitia. PHP RK adalah pembuktian mampukah kita bekerja sama nantinya untuk masa 4 hari 3 malam?? Rasanya PHP RK adalah dejavu-nya moment 4 hari 3 malam bagi sebagian orang. Dea dengan wartanya. Sie danus dengan keterampilannya melayani pembeli. Sie peserta dengan ketelitiannya melayani keluhan peserta. Sie perlap dengan kesigapannya urus teknis. Pulang PHP cukup mengesankan dan menggelikan bagi gw, hihihiiii.... :D

Februari
H-28: baiklah peserta masih sgini. Brarti cukup ya PPAnya sgini??? Pembicara udah bisa ya disuruh kirim materi2nya untuk buku acara.
H-21: BUKU ACARA BLOM BERES!!!! PPA ternyata kurang!! PPA ngundurin diri!! PPA banyak yg blm persiapan!! PESERTA MEMBLUDAK!!! Dana masih kurang 180an juta!! Mannnn, apa2an ini??!!!
H-14: tim musik 1 kukasih nilai 8, tim 2, 7, tim 3.....6. aaaaahhhh!!! Ada apa ini ada apa ini??? Pembicara gak konsisten dengan janji. Janji mau kirim tanggal segini, jadinya tanggal segitu. Layout buku acara sudah lumayan. Tinggal tunggu mereka aja inih buat dimasukkin ke buku acara!!
H-7: buku acara hampir jadi. Tinggal periksa sana/i. Ok, kamis kita masukin ya ke percetakan. Dea ketemu sama melina di perkantas pintu air. Kesimpulannya TIDAK MUNGKIN MASUK PERCETAKAN HARI KAMIS. Ok, jumat ya mel... iya kaaa ^^
H-6: pergi ke percetakan untuk nyetak nemtek dan spanduk. Bersyukur bgt uang untuk bayar nemtek dan spanduk digratisin... 
H-5: ke percetakan untuk buku acara. Menanti CD bareng jerri di citraland. Naik motor di tengah rintik dan dinginnya malam. Blom sempet makan malam. Terus tancap ke percetakan. Dalam penglihatan gw buku acara sudah bisa siap cetak. Tapi bagi kawas belum. Dan kami sepakat tidak naik cetak hari itu. Pulang dari salemba jam 10 malam. Sampai rumah jam 12. blom blh tidur krn harus revisi sama melina. Page by page. Bangun lagi pagi2 benar demi buku acara. Ternyata ada artikel yang tidak diketemukan dimana2. minta dikirimin lagi. Smua orang yg berkepentingan menahan napas, menahan emosi, menahan kebenaran dirinya masing2. Demi Tuhan dan jemaat yang dikasihiNya. Dan akhirnya naik cetak juga. Fiuuuhhh.... badan sudah remuk. Panas dingin. Apa iya bisa bertahan sampai minggu depan? Tuhan, mampukan aku dan teman2ku...
H-4: pleno yang isinya rapat per-seksi. Latihan pertama find us faithful. Stiap orang ingin bicara, setiap orang ingin tahu perkembangan, stiap orang merasa perlu bertanggung jawab. Koordinasi menjadi kata yang amat bgitu sakral dan penting.
H-3: kerjaan gw bukannya kerja tapi nyusun slide lagu. Bukan suatu kebetulan editor gw lagi pergi keluar kota. akhirnya pergi ke kramat. Perjuangan di transjakarta membuahkan sendal gw putus. Haaahhh!!! Buka puasa bareng jerri. Curhat. Saling meninggikan karya tangan siapa yang lebih bagus dan rapih. Hihihiiii...
H-2: ketauan sama menejer eike kalo lagi ngerjain slide. Malu sejadi-jadinya. Gak enak. Tapi tetep dilanjutin setelah dia pergi dari meja panjang redaksi, hehe...sambil menunggu datangnya jam pulang kerja untuk menuju kramat untuk ngadoin souvenir pelayan. Di masa menunggu itu, kabar gak enak datang. CIWIDEY LONGSOR!!! Tergagap rasanya ktika seorang peserta mengonfirmasi itu. Takut. Khawatir. Ah Tuhan, apa mauMu? Berkaca-kaca dan berdoa. Masalah ini hanya akan selesai dengan doa dea. Tenangkan diri dan yakini bahwa Allah yang sudah bekerja sampai sejauh ini gak akan memberi duka yang gak bisa lw tanggung. Ya, kembali mengimani janji Allah ketika gw bergumul untuk jadi panitia atau gak... kramat.. makin ramai di malam hari. Makin tak ingin pulang. Ingin disitu saja menyelesaikannya bersama teman2ku ini. Tapi aku blom packing. Blom mandi. Blom keramas. Pulang pulang pulang.
H-1: tengah malam masih packing. Nenekku sakit. Badannya demam. Berdoa. Tersenyum bahagia karena perjuangan panjang itu sudah datang. Masa penantian itu akan terbalaskan. Aku gak sabar menunggu jam 5 (padahal itu udah jam 1). Gak konsen di kantor...semangat ini lebih besar daripada efek kopi yang gw minum ketika sedang ngantuk. Hingga akhirnya tiba saat untuk pergi ke pt.air....smua orang sudah berkumpul. Mari pergi. Dan perjalanan macet. Mungkinkah kami sampai sebelum jam 12 malam? Ternyata tidak.


bersambung.....

0 komentar:

Posting Komentar