Rabu, 14 April 2010
Kamis, 08 April 2010
Papaaahh... :)
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
-dari sebuah milis-
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
-dari sebuah milis-
Menghakimi?
Apa yang dimaksud menghakimi? Saya, yang bukan seorang sarjana hukum, mencoba untuk memahami kata itu sebagai suatu pemisahan ataupun penetapan atas sesuatu untuk menimpa seseorang.
Kamu jelek, Dia memesona
Kamu bodoh, Dia cerdas
Kamu miskin, Dia kaya
Kamu malang, Dia hoki
Kamu jahat, Dia baik
Amat malanglah semua manusia jika manusia-manusia juga yang mengadakan pemisahan itu. Apakah Anda sudah cukup memesona sehingga bisa memandang orang lain jelek? Apakah Anda sucah cukup cerdas sehingga berani berkata orang itu bodoh? Apakah Anda sudah cukup kaya sehingga bisa berbelaskasihan kepada orang yang terlihat miskin? (lagian apa sih indikator kemiskinan?). Dan apakah Anda sudah cukup baik untuk menyebut kejahatan itu seperi ana dan anu...
Dengan apa seorang manusia melakukan penghakiman? Siapakah manusia (Anda dan saya) sehingga bisa memberikan pembeda seperti yang di atas? Dasar apakah yang manusia pakai untuk menunjukan ini bermoral dan itu tidak? Bukankah manusia itu naturnya berdosa? Kalau begitu, bukankah pemisahan itu akhirnya tidak murni untuk suatu kebaikan?
Manusia sudah jatuh dalam dosa dan selamanya tidak akan memiliki kemurnian apapun saat memandang sesuatu. Manusia akan bias. Kebiasan itu dipengaruhi oleh ajaran dan pengajar yang dia gemari. Seorang pemuda kulit putih akan menganggap pemudi kulit sawo matang sangat eksotis. Tapi bagi seorang pemuda kulit sawo matang cenderung terbakar, wanita berkulit putih dan langsatlah yang eksotis (bahkan cenderung ke arah sempurna). Kalau sudah begini, tentu tidak ada yang benar... Tidak ada satu paham pun yang bisa diutamakan untuk dipakai sebagai patokan dalam memandang suatu keeksotisan seorang wanita (sebagai contoh).
Tapi bumi ini perlu sesuatu yang dipakai untuk menghakimi. Jika tidak, betapa kacau balaunya bumi ini. Lalu dasar apa yang harus dipakai? Ya kalau begitu sudah pasti yang mampu dan tepat untuk melakukan penghakiman adalah Allah itu sendiri...
Dunia ini hanya bisa diatur oleh kebenaran Allah. Hukum Allah. Namun negeri ini berhaluan republik. Negara hukum, bukan Teokrasi. Kalau begini gimana dong?
Menurut saya, manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini punya kelebihan unik dibanding ciptaanNya yang lain. Maka keunikan inilah yang mendorong kita seharusnya untuk mengejewantahkan bentuk-bentuk hukum Allah itu untuk membuat peraturan di bumi ini. Bukan demi keuntungan penguasa, tapi demi keuntungan tiap manusia untuk suatu kehidupan yang lebih baik. Dan untuk kehidupan habitat manusia yang lebih layak.
Maka dari itu apakah kita boleh menghakimi? Boleh! Tapi ingat, bukan dengan ukuran kita, tapi dengan ukuran Allah. Jika Allah tidak melakukan pengukuran (pemisahan) terhadap orang kaya/miskin, cantik/buruk rupa, serta pintar/cerdas, ya jangan coba-coba lakukan itu.
Back to Bible, langkah terbaik untuk hidup yang berkenan di hadapanNya.
Kamu jelek, Dia memesona
Kamu bodoh, Dia cerdas
Kamu miskin, Dia kaya
Kamu malang, Dia hoki
Kamu jahat, Dia baik
Amat malanglah semua manusia jika manusia-manusia juga yang mengadakan pemisahan itu. Apakah Anda sudah cukup memesona sehingga bisa memandang orang lain jelek? Apakah Anda sucah cukup cerdas sehingga berani berkata orang itu bodoh? Apakah Anda sudah cukup kaya sehingga bisa berbelaskasihan kepada orang yang terlihat miskin? (lagian apa sih indikator kemiskinan?). Dan apakah Anda sudah cukup baik untuk menyebut kejahatan itu seperi ana dan anu...
Dengan apa seorang manusia melakukan penghakiman? Siapakah manusia (Anda dan saya) sehingga bisa memberikan pembeda seperti yang di atas? Dasar apakah yang manusia pakai untuk menunjukan ini bermoral dan itu tidak? Bukankah manusia itu naturnya berdosa? Kalau begitu, bukankah pemisahan itu akhirnya tidak murni untuk suatu kebaikan?
Manusia sudah jatuh dalam dosa dan selamanya tidak akan memiliki kemurnian apapun saat memandang sesuatu. Manusia akan bias. Kebiasan itu dipengaruhi oleh ajaran dan pengajar yang dia gemari. Seorang pemuda kulit putih akan menganggap pemudi kulit sawo matang sangat eksotis. Tapi bagi seorang pemuda kulit sawo matang cenderung terbakar, wanita berkulit putih dan langsatlah yang eksotis (bahkan cenderung ke arah sempurna). Kalau sudah begini, tentu tidak ada yang benar... Tidak ada satu paham pun yang bisa diutamakan untuk dipakai sebagai patokan dalam memandang suatu keeksotisan seorang wanita (sebagai contoh).
Tapi bumi ini perlu sesuatu yang dipakai untuk menghakimi. Jika tidak, betapa kacau balaunya bumi ini. Lalu dasar apa yang harus dipakai? Ya kalau begitu sudah pasti yang mampu dan tepat untuk melakukan penghakiman adalah Allah itu sendiri...
Dunia ini hanya bisa diatur oleh kebenaran Allah. Hukum Allah. Namun negeri ini berhaluan republik. Negara hukum, bukan Teokrasi. Kalau begini gimana dong?
Menurut saya, manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini punya kelebihan unik dibanding ciptaanNya yang lain. Maka keunikan inilah yang mendorong kita seharusnya untuk mengejewantahkan bentuk-bentuk hukum Allah itu untuk membuat peraturan di bumi ini. Bukan demi keuntungan penguasa, tapi demi keuntungan tiap manusia untuk suatu kehidupan yang lebih baik. Dan untuk kehidupan habitat manusia yang lebih layak.
Maka dari itu apakah kita boleh menghakimi? Boleh! Tapi ingat, bukan dengan ukuran kita, tapi dengan ukuran Allah. Jika Allah tidak melakukan pengukuran (pemisahan) terhadap orang kaya/miskin, cantik/buruk rupa, serta pintar/cerdas, ya jangan coba-coba lakukan itu.
Back to Bible, langkah terbaik untuk hidup yang berkenan di hadapanNya.
Menyangkal diri itu kepuasan hidup sejati
Menyangkal diri adalah kepuasan hidup sejati di dalam Tuhan. Jika tidak mau menyangkal diri, sia-sialah kita hidup. Berat? Ya jelas! Tuhan Yesus sendiri bilang barangsiapa yang mau ikut aku, harus menyangkal diri dan memikul salibnya masing-masing.. Kata IKUT itu adalah IMITATE. Kalau dalam bahasa Indonesia artinya meniru. Copas istilah anak jaman sekarang. Tiru semua kelakuan Yesus. Tiru semua tindakan Yesus. Tapi inget, konteks jaman itu penting. Kita gak bisa ngubah air jadi anggur, ya kan?
Seseorang menjadi slanker karena dia gemar dan menjadikan para personil slank sebagai panutan mereka. Lihat yang mereka gemari dan mereka jadikan panutan adalah manusia. Manusia tidak sempurna, berdosa malah, tapi ada manusia-manusia lain yang meninggikan mereka dalam hidup. Bagaimana tidak seharusnya kita, manusia kecil, lemah, dan tidak punya apa-apa ini, meninggikan Dia yang sudah tinggi? Memuliakan Dia yang sudah mulia? Meninggikan dan memuliakan disini bukan suatu tindakan penyempurnaan bagiNya. Tapi suatu tindakan pengakuan dari kita yang kecil dan yang tidak punya apa-apa ini.
jika para slanker itu memperlihatkan bahwa kepuasaan sejati mereka adalah dengan mau melakukan apa saja demi band favorit mereka, apa hal yang sama (lebih seharusnya) juga kita lakukan pada Tuhan? Ya jelas dong harus.
Seseorang menjadi slanker karena dia gemar dan menjadikan para personil slank sebagai panutan mereka. Lihat yang mereka gemari dan mereka jadikan panutan adalah manusia. Manusia tidak sempurna, berdosa malah, tapi ada manusia-manusia lain yang meninggikan mereka dalam hidup. Bagaimana tidak seharusnya kita, manusia kecil, lemah, dan tidak punya apa-apa ini, meninggikan Dia yang sudah tinggi? Memuliakan Dia yang sudah mulia? Meninggikan dan memuliakan disini bukan suatu tindakan penyempurnaan bagiNya. Tapi suatu tindakan pengakuan dari kita yang kecil dan yang tidak punya apa-apa ini.
jika para slanker itu memperlihatkan bahwa kepuasaan sejati mereka adalah dengan mau melakukan apa saja demi band favorit mereka, apa hal yang sama (lebih seharusnya) juga kita lakukan pada Tuhan? Ya jelas dong harus.


