Kamis, 08 April 2010

Menyangkal diri itu kepuasan hidup sejati

Menyangkal diri adalah kepuasan hidup sejati di dalam Tuhan. Jika tidak mau menyangkal diri, sia-sialah kita hidup. Berat? Ya jelas! Tuhan Yesus sendiri bilang barangsiapa yang mau ikut aku, harus menyangkal diri dan memikul salibnya masing-masing.. Kata IKUT itu adalah IMITATE. Kalau dalam bahasa Indonesia artinya meniru. Copas istilah anak jaman sekarang. Tiru semua kelakuan Yesus. Tiru semua tindakan Yesus. Tapi inget, konteks jaman itu penting. Kita gak bisa ngubah air jadi anggur, ya kan?

Seseorang menjadi slanker karena dia gemar dan menjadikan para personil slank sebagai panutan mereka. Lihat yang mereka gemari dan mereka jadikan panutan adalah manusia. Manusia tidak sempurna, berdosa malah, tapi ada manusia-manusia lain yang meninggikan mereka dalam hidup. Bagaimana tidak seharusnya kita, manusia kecil, lemah, dan tidak punya apa-apa ini, meninggikan Dia yang sudah tinggi? Memuliakan Dia yang sudah mulia? Meninggikan dan memuliakan disini bukan suatu tindakan penyempurnaan bagiNya. Tapi suatu tindakan pengakuan dari kita yang kecil dan yang tidak punya apa-apa ini.

jika para slanker itu memperlihatkan bahwa kepuasaan sejati mereka adalah dengan mau melakukan apa saja demi band favorit mereka, apa hal yang sama (lebih seharusnya) juga kita lakukan pada Tuhan? Ya jelas dong harus.

0 komentar:

Posting Komentar