Saya ingin tahu kenapa sih orang merokok? Lebih tepatnya, untuk apa orang merokok? Adakah keuntungan yang bisa didapat dari merokok?
Hari ini saya terkejut karena ber-media gathering dengan kawanan (yang ternyata) adalah perokok. Di meja saya yang terdiri dari 12 orang, 7 diantaranya adalah perokok. Dan yang membuat saya ternganga2 adalah 6 diantara mereka adalah perempuan yang datang dengan tampilan bersih dan modis. Saya tidak ingin norak sih, karena waktu saya di kampus pun teman2 saya dengan gaya yang elegan juga merokok. Bahkan mereka terlihat lebih merah (bibir dan pipinya) dibanding dengan saya dan teman-teman lain yang tidak merokok. Tapi yang membuat saya terkejut adalah kepalsuannya....
Pada awalnya tidak ada yang merokok. Semuanya seperti manusia baik-baik yang haha hihi sana sini dengan cerita yang basi basi. Lama-lama pembicaraan mengering. Lalu semua diam dan memainkan BBnya. Lalu datanglah satu perempuan dan dengan santainya mengeluarkan rokoknya. Dengan cuek dia menyalakan rokok dan mulai mengisap. Tak disangka satu persatu orang-orang satu meja saya melakukan hal yang sama. Dan tak saya habis pikir, semua orang yang hadir merokok, kecuali saya dan kurang lebih 7 orang lainnya dari 20an orang yang datang.
Saya heran seribu heran karena hanya satu orang yang berinisiatif merokok. Yang lain hanya mengikuti karena sebelumnya sudah ada. Saya kembali berpikir, apakah orang-orang yang telat mengambil keputusan untuk merokok ini adalah orang-orang yang sebenarnya hanya ikut-ikutan merokok alias tidak tahu untuk apa merokok. Tidak punya tujuan ketika mengisap rokok dan menghembuskannya.
Saya mencoba mengambil sisi positif dari kegiatan merokok. Tapi sampai detik ini saya tidak menemukannya baik untuk si aktif maupun untuk si pasif. Dan saya juga tidak bisa menaruh otak saya pada cara perokok itu berpikir. Mengapa merokok? Adakah alasan yang tepat ataupun menarik sehingga ada begitu banyak perokok di negeri ini?
Apakah manusia sudah tidak mampu lagi berpikir logis sehingga ketika ada himbauan untuk tidak merokok, bahkan di bungkus rokok itu sendiri, manusia itu tidak mau mendengar, tidak memedulikannya?
Kembali merunut ke awal mula ketika memutuskan untuk merokok. Jika dari awal mereka tidak tahu untuk apa merokok sampai kapanpun mereka tidak akan tahu apa manfaatnya merokok. Jika dari awal mereka hanya ikut-ikutan untuk merokok sampai kapanpun mereka tidak akan punya prinsip yang tepat untuk mempertahankan merokok ataupun memberhentikannya sebelum ada sesuatu atau seseorang yang pada awalnya mereka teladani berhenti merokok.



0 komentar:
Posting Komentar