Senin, 27 September 2010

Hari ini aku datang PJ...

Minggu lalu aku dikejutkan dengan kabar bahwa KKR, momen penting dalam penjangkauan teman2 maba di kampus, batal begitu saja karena keteledoran pihak tertentu. Kupikir bukan masalah besar karena memang sebelumnya aku pernah menyarankan agar KKR dimundurkan saja mengingat itu adalah hari pertama masuk setelah libur lebaran. Tak kusangka bahwa saranku itu abai dan mereka memilih untuk tetap mengadakan KKR, sebenarnya, minggu lalu. Chaos. Pengurus panik, pelayan kelabakan membuat strategi baru, jemaat bingung, dan penilik heran sembari geregetan.

Tidak ada waktu untuk menyesali sesuatu yang sudah terjadi, tidak ada waktu juga untuk mencari kambing hitam, apalagi mencari pembenaran diri. Semua sudah salah, bahkan mengulang kesalahan yang sama. Melebihi keledai. Waktu terus berputar dan KKR harus tetap terlaksana. Dalam kehancuran hati, Allah bukakan hal yang masih membuatku bersyukur memiliki adik-adik kampus yang masih bisa kulayani. Aku masih bisa berdoa dan bersama-sama memikirkan hal yang baik pasti akan terjadi.

Dalam ketidakmampuanku berpikir secara holistik, aku meyakini Allah sedang bekerja. Allah sungguh mengasihi kampus ini. Dia memberikan perpanjangan waktu bagi pengurus, pelayan musik, konselor untuk mempersiapkan diri. Di tengah ketidaksetiaan kita sebagai manusia, Allah tetap setia bahkan menambahkannya. Dan hari ini aku melihatnya.

Ini pertama kalinya, dalam statusku sebagai alumni, aku melihat ruang PJ penuh sampai ke belakang. Firman yang amat indah dinyatakan dengan begitu sederhana sehingga siapapun yang mendengar seharusnya sadar betapa kasih Kristus itu abadi dan hanya dalam Dialah ada kebenaran. Dan haruskah aku menahan sesak bahagia ketika aku melihat lebih dari separuh ruangan ini berdiri ketika tantangan untuk menerima Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Jurus'lamat dikumandangkan? Tidak.

Syukur kepada Allah yang membuat kami terlebih dahulu berduka karena keberdosaan dan menerima berkat yang melimpah! Kepada Allah yang tidak memandang kami yang berdosa ini demi rencana agungNya bagi keselamatan ciptaanNya, termasuk jemaat PO FISIP UI, karena Dia tidak menggagalkannya.

Adakah kamu melihat Allah tambahkan berkatNya? Dia tidak hanya tidak mengingat kelalaian kita yang sudah menjadi satu bentuk sukacita. Lihat, Dia memberikan hal lain yang sebenarnya tidak layak kita terima: sukacita dalam pelayanan. Bukankah itu sebuah tambahan?


Anugerah.


-24.09.10.tulastulissaatmenunggukeretamenujukantor-

0 komentar:

Posting Komentar