Kemarin adalah hari pertama aku liputan dan membuat berita. Redakturku bilang: “nanti kamu langsung aja ya ke sini (pameran fotografi).” Setelah menyelesaikan tugas terjemahan, aku langsung pergi. Aku pergi seperti halnya maling—tidak bilang siapa-siapa. Aku pergi ke galeri nasional, tempat yang tertulis di brosur yang diberikan redakturku. Cuaca amat panas! Tidak terbayang sepanas apa neraka. Siang kemarin membuatku tidak mampu tersenyum sedikitpun. Aku sampai dan jengjeng...! Tidak ada pameran fotografi. Yang ada hanyalah pameran instalasi yang sudah berlangsung 1 minggu. Penjaga pameran itu berkata, “ya mbak pameran fotografinya di taman ayodya, barito, blok M.” Dengan amat meyakinkan mereka pun menunjukan booklet yang memperlihatkan alamat pameran fotografi itu. Oke kalau begitu, aku pergi ke sana.
Perjalanan Gambir-Blok M sungguh panjang. Dan aku belum makan siang. Ditambah makan pagi yang sudah terlambat. Sesampainya di taman ayodya, perasaanku tidak enak. Kok tamannya sepi sekali? Akhirnya dengan langkah gontai aku berjalan menuju satu pendopo yang sedang ditongkrongi oleh beberapa orang. Mereka bertanya mencari siapa. Aku bilang aku sedang mencari pameran. Mereka bilang tidak ada. Dari kemarin juga tidak ada. Nyeeesss!!! Rasanya ingin marah dan mencabik-cabik orang2 CCF tersebut. Apalagi ketika aku mencoba mengonfirmasi mereka bahkan menyebutkan kalau pamerannya di geleri nasional. Bah!! Macam apa itu!? Lalu aku bilang lagi tidak ada di galeri nasional. Orang sana bilang di taman ayodya. Lalu pihak CCF itu bilang: “oh ya berarti di sana.” Ya menurut loooo??!! Aku bilang lagi kalau aku sudah ada di ayodya tapi tidak ada. Si penerima telepon tadi gelagapan dan tidak tahu harus bilang apa. Dia menyuruhku menunggu sejenak dan akhirnya telah dipastikan bahwa pamerannya ada di kedubes Prancis, persis di samping Sarinah! SIHALL!!!!
Bilang kek dari awal kalau di kedubes. Kan gak perlu muter-muter sejauh itu! Akhirnya aku menuju kedubes dan memang ada pameran foto-fotonya tapi tak seorang pun ada di tempat itu untuk bisa kumintai keterangan. Bahkan satpam-satpam yang berjaga-jaga pun tak tahu menahu soal keberadaan foto-foto tersebut.
Setelah makan aku kembali ke kantor. Ternyata redakturku itu mencari aku untuk bilang kalau pamerannya belum mendapat konfirmasi untuk tempat pastinya. Jiaaaahhh...kenapa nggak telpon aja dah tadi. Toh nomer hpku udah di sekretaris redaksi. Ah tapi ya sudahlah. Pembelajaran hari pertama.
1.jangan pernah keluar kantor tanpa memberitahu redakturmu
2.selalu in contact sama redakturmu kalau-kalau tidak jadi acara tersebut
3.BAWA MAKAN DARI RUMAH untuk menghindari jajan di luar dan makanan tak sehat
4.pake masker dan cardigan untuk mengurangi terpaan debu dan panas
5.wajib punya kertas minyak serta tissue (kering dan basah)



0 komentar:
Posting Komentar