2 minggu terakhir terpaksa menggunakan bis kopaja untuk mencapai tempat kerja. dulu juga pernah sih cuman gak terlalu meratiin gimana lagaknya si para petarung jalanan itu.
Yap, si supir dan kernet bis kopaja.
Mereka emang terlihat ugal-ugalan. Si supir bawa bis-nya gak pake etika. Si supir mulutnya yang gak beretika. 2'2nya emang perlu sekolah mengemudi. Dan sekolah mengemudi perlu menambah kurikulum etika mengendarai kendaraan. haha!
Anyway, kalo diperati-peratiin, mereka adalah contoh kerja tim yang baik.
1. Kalau lagi macet, si supir teriak ke kernet. Bertanya macetnya separah apa. Si kernet ngeliatin dan dia jadi penentu bagi supir untuk cari jalan lain atau tetep bertahan di jalur tersebut. --> kerjasama untuk mengantar penumpang lebih cepat daripada terjebak macet
2. Kalau penumpang ada yang mo turun, si kernet ngetok2in duit receh ke kaca, either ke besi gantungan tangan, untuk ngasih kode berenti ke si supir. --> kerjasama supaya penumpang turun tepat di tempat yang dimintanya
3. Kalau bis-nya error di tanjakan, si kernet yang lari2 nyari batu gede untuk nahan itu mobil dan si supir berusaha meng-gas di gigi 1 untuk tancap di tanjakan --> kerjasama biar nyawa orang gak melayang
Intinya tiap pekerjaan gak bisa dikerjain sendirian. We need partner. Kalaupun pekerjaan kita kesannya bisa dikerjakan oleh diri sendiri, tapi tetep butuh orang lain untuk makin memperindahnya. Dan mereka punya tujuan. Mereka punya visi.
Pun bangsa ini butuh orang2 yang bekerja sama untuk membangun negeri. Kita butuh orang yang membangun demi keindahan bangsa. Demi keindahan negeri. Bukan untuk diri sendiri. Lihat saja si budak jalanan itu. Mereka bekerja demi orang2 yang memakai jasa mereka, bukan untuk diri mereka. Mereka mengemudi dan mengerneti (sori, gak ada istilah yang pas!) agar penumpang sampai tujuan. Itu intinya: agar penumpang sampai tujuan. That's their vission.
Seandainya setiap pemimpin dan calon pemimpin bangsa ini punya visi, alangkah bahagianya orang2 yang perlu ditolong itu. Dan seandainya setiap pemimpin dan calon pemimpin itu mau untuk bekerja sama untuk mewujudkan visi, betapa kayanya negeri ini.
Pengharapan jika bisa dilihat, namanya bukan pengharapan. Tapi pengharapan adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat sehingga kita mau menanti-nantikannya dengan ketekunan. Masih tetep yakin bangsa ini punya orang2 yang punya visi untuk bangun bangsa, punya visi untuk rakyat, mau melayani kepentingan publik demi suatu pengharapan bahwa kebangkitan besar ada bagi bangsa ini.
...Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun... Roma 8:24-25



0 komentar:
Posting Komentar