Kamis, 05 November 2009

Gorengan Ikan Tuna

Kenapa judulnya harus gorengan ikan tuna?
Ya semau saya dong, haha!
Bukan begitu..Karena seingat saya sewaktu belajar bahasa di sekolah dulu, ada istilah DM & MD a.k.a diterangkan-menerangkan atau menerangkan diterangkan. Nah, beranjak dari situ, penekanan saya bukan pada hasilnya, yaitu ikan tuna goreng tapi kegiatannya, yaitu menggorengnya.

Ahh, kelamaan. Intinya saya mo bikin judul yang gak biasa. Walopun ini biasa aja. haha! Mau lo apa sih de???

Yahh, waktu itu saya menggoreng 4 buah ikan tuna, untuk santap siang. Saya memasukkannya bersamaan. Tapi yang mengherankan, matengnya tidak bersamaan. Hehe!
Tiba2 langsung kepikiran aja, mungkin pun kita menjadi seseorang yang matang butuh waktu yang berbeda-beda. Seperti ikan-ikan tuna tadi. Walaupun 'dicemplunginnya' barengan, mungkin matengnya beda-beda.

Menarik bahwa si ikan tuna digoreng supaya matang. Lalu manusia diapain ya supaya matang? Bisa saja minyaknya adalah tantangan, kegagalan, ketidaksesuaian keinginan kita dengan Gusti Allah, kesedihan, musuh, dan semuanya. Lalu penggorengannya bisa saja sekolah, kampus, kantor, dengan teman se-gank, dll. Intinya ternyata manusia juga digoreng agar matang. Agar siap di-'nikmati' oleh sang 'penikmat', siapapun itu.

Dan penikmat itu bisa siapapun juga. Bisa saja dia calon suami/istrimu. Bisa saja dia calon bosmu. Bisa saja dia calon penantangmu, dll.

Dan yang pasti, 'penikmat' itu adalah Tuhanmu.

Ya, Dia mengingini kita menjadi matang dengan segala minyak dan penggorengan yang sudah Dia sediakan. Tujuannya satu, agar hatiNya bersuka. Ya, apalagi yang diminta jika bukan kita menyukakan hatiNya? Tidak ada. Tugas kita hanyalah bertahan dalam minyak kita masing2 dan penggorengannya. Sip itu dia!

Udah ah...
Udah ketauan gue ngerjain yang nggak2 pas jam kerja!
Hehe ;) .. jangan ditiru!
C U Next!

The Battle is The Lord's...(1 Sam 17)

0 komentar:

Posting Komentar